Posts on Twitter:

Mother communicates her love in a thousand different ways. When there’s a need she is there, whether it is night or day. Please don’t forget about your parents! The older you get, the less time you have with them.
















Perhatikan bacaan sholat dan makna dalam bacaannya, InsyaAllah ibadah akan lebih khusyuk 💜 Perhatikan juga kebersihan pakaiannya, menghadap manusia aja bisa sebegitu rapinya menghadap Tuhan YME harus bisa lebih bersih dan rapi ☺️💞






Show this thread







since 2009 to 2019 till now I just learned only one thing and that is whatever the issues/ situations/ problems facing/ bad things facing this teach me never and ever say any single word always Keep yourself in mood.

This media may contain sensitive material. Learn more View



Jika kita tidak mau melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar, maka Allah akan menyiksa kita dengan pemimpin yang zhalim yang menindas kita dan Allah tidak mengabulkan segala doa kita. Saatnya intropeksi diri...







Nyesek bgt itu pas keinginan tdk sesuai dgn kenyataan, pengen nangiiiiiiiissss tapi Gusti Allah punya rencana yg indah, jadi sabar yaaaa.. berbuah pahala.. Aamiin Yaa Rabbal'alamin..




Saya meminta maaf kepada diri saya sendiri setiap hari, tapi saya benar-benar menerimanya. Saya masih belajar untuk melihat mata saya dan mengatakan anda baik-baik saja - L.E.Bowman










============================ Kau membenciku Tak apa, Asal jangan aku Yg membenci mu. ============================







Tjieeee yang masih nunggu. Sabar yah...ga cepat atau lambat tapi insyaAllah tepat :) – at Stasiun Tangerang






Posts on Tumblr:

Tak ada kehidupan yang sempurna sekalipun pada orang yang kau anggap sempurna hidupnya. Berhenti merasa bahwa hidupmu tak lebih baik dari orang lain, sementara mungkin ada seseorang yang sedang berharap hidupmu menjadi miliknya.

Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur lagi.

Jadilah Emas

image

Tatkala dunia terlalu berisik dan terlalu tak berisi, saat itulah diam menjadi emas.

Buat apa kamu masuk ke dalam percakapan yang melontarkan makian dan kata-kata tak sopan?

Sejak kapan eratnya persahabatan diukur dari seberapa banyak cacian yang kamu lontarkan?

Sahabat yang baik bukan sahabat yang paling pandai mencaci dan senang dimaki, kan? Sahabat yang baik adalah yang mampu jujur sekalipun pahit. Yang tak meninggalkanmu sekalipun kamu sedang kekurangan.

Sejak kapan kejujuran yang pahit selalu berarti caci-maki dan kata-kata kotor? Bukannya bisa ya, memberi kritik, meskipun pahit, dengan kata-kata yang baik?

Yang di kebun binatang biarlah di kebun binatang. Yang di septic tank biarlah di septic tank. Yang di dalam celana biarlah di dalam celana. Tak perlu kamu letakkan dalam mulutmu lalu kamu lontarkan pada teman dekatmu.

“Tapi kan gak seru.”

Itulah kenapa, berkata yang baik dan beradab yang baik adalah the next level of friendship.

Emas dengan feses manusia sama-sama kuning, tapi beda. Maka, jadilah emas!

Setuju?

— Taufik Aulia

Padamu

Padamu aku memaknai kehilangan.

Melipat jarak dengan kesepian,

menelanjangi takdir yang getir.

Padamu setiap rindu ini bergetar.

Melukai gerak kenangan yang berbaris ingin diperjuangkan.

Padamu rasa sepi menggigil dan mengecil.

Padamu setiap langkah tak mengenal lelah.

Kasih, denganmu aku mengetuk pintu restu dan belajar bersumpah.

Padamu, hari-hari adalah seni merangkai doa,

menata kalimat lalu menafsirkannya dalam teh hangat.


Bandung, 3 September 2018

- KENDALI -

Ada hal-hal dalam hidup ini yang bisa kita kendalikan dan ada pula hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan atau diluar kuasa kita.

“HASIL” adalah salah satu hal yang tidak bisa kita kendalikan dan hasil adalah hal yang diluar kuasa kita. Mau sekeras apapun diri kita merubah hasil atau hal yang sudah terjadi tetap Dia lah yang tahu bahwa itu yang terbaik untuk kita walau seringkali hati kita menolaknya. Namun..

“USAHA” adalah hal yang bisa kita kendalikan. Mau sekeras apa kita berusaha, mau seperti apa dan sejauh mana kita mau terus berjuang, mau seikhlas apa kita setelah tau bahwa yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Itu semua bisa kita kendalikan. Jadi mau sampai kapan kamu duduk termenung disana meratapai semuanya? Hanya sampai disinikah apa yang kamu sebut berusaha dengan keras itu? Sedangkal inikah perjuanganmu untuk membahagiakan orang yang kamu cintai? Selemah inikah dirimu walau hanya beberapa butir keringat keluar dari kulitmu, kamu sudah menyerah?.

Yookk Semangat!! karena Surga tidak didapatkan dengan cara bermalas-malasan. ^__^

-talk to myself-

Hey, you!

Entah berapa benyak detak detik yang terbuang percuma, hanya karna satu alasan, /me-nun-da/, yang merupakan buah dari kemalasan. Kau terlalu egois, terlalu menyepelekan. Sampai-sampai tak jarang, tanpa kau sadari, kau telah mendzolimi orang lain, bahkan dirimu sendiri!

Hey, nad! Sadarlah! Bahwa Allah ciptakan dirimu bukan untuk bermalas-malasan, berleha-leha! Melainkan untuk sibuk berjuang, juga berlelah-lelah. Tak ada sedetik waktu pun yang pantas kau sia-siakan, sebab mereka begitu berharga. Karna sejatinya, hanya di syurgaNya lah tempat kau bisa bersantai sebebas bebasnya. Maka, untuk meraihnya, kau tak bisa terus menerus ada di lingkaran kemalasan itu.

Bangun, nad, bangun!

I’m not going to blamming you, I just want you to be much better than before, and fix the broken thing that you’ve ever done to your life, nad.

-Sun, 18 Aug 19, 23.50-

Tulisan 89 : Menjadi Anak Pesantren

Menjadi anak pesantren yang sekaligus kuliah memang tidak pernah mudah.

Harus pulang lebih awal dari temen kuliah yang lain, adzan maghrib harus banget udah stay di pesantren, nggak bisa keluar malem, kalo pulang terlambat harus izin sama pengurus, harus ikut semua jadwal sholat berjamaah, sesibuk apapun harus tetep menyempatkan waktu buat bantu-bantu pesantren tiap kali punya hajat, harus sekamar sama banyak orang yang karakternya beda-beda yang tentu saja membuat kita –mau nggak mau– juga harus bikin strategi yang tepat soal metode belajar yang cocok di tengah keramaian. Dan ofkors, beradaptasi! Mboh piye carane.

Selain itu, secapek-capeknya badan, kita juga harus tetep nambah hafalan Qur'an (kalo yang ambil program tahfidz), materi belajar yang jadi dua kali lipat lebih banyak daripada anak kuliahan biasa, waktu tidur yang jauh lebih sedikit soalnya baru bisa nugas dan belajar materi kuliah mulai jam 10 malem trus bangun paling enggak jam 4 pagi, belum kalo lagi barengan sama ujian pesantren.

Ada sebelnya? Ada.

Ada sedihnya? Ada.

Ada kecewanya? Ada.

Tapi, bahagia dan nikmatnya jauuuh lebih banyak.

Apalagi kalo udah libur lama, RINDU!

Dan di balik bayangan senja, ada fajar yang sedang bersiap diri untuk menyapa para makhluk-Nya di bumi. Menyiraminya dengan sinar hangat yang sarat dengan harapan. Setelah berkubang pada gulitanya malam. Mereka terbangun dengan harapan yang tergenggam erat di tangan. Masing-masing menyematkan doa semoga harinya lebih baik dari sebelumnya.

@suniyahdewi

Sudah sejauh apa ‘Merdeka’ di hidupmu?

Jika kita menengok kbbi tentang apa itu Merdeka, maka kata yang mengartikannya yaitu bebas, berdiri sendiri, lepas dari tuntutan.

Maka ini tak hanya soal ideologi. Ini juga merupakan jati diri. Pondasi hidup agar tak mudah terbawa angin.

Jika merdeka berarti bebas, maka sudah sejauh apa kita memaknainya. Sudah bebaskah kita dari perasaan-perasaan hanyut di masa lalu? Sudah bebaskah kita tuk berani mengejar mimpi tanpa peduli kata orang lain? Sudah bebaskah kita untuk memilih pilihan hidup yang benar-benar kita inginkan?

Jika merdeka berarti berdiri sendiri, terlepas dari slogan 'manusia adalah makhluk sosial’, maka sudahkah kita sadar peran apa yang akan kita ambil di dunia ini? Ingin dikenang sebagai apa kita kelak? Sudah lepaskah ketergantungan hidup kita dengan orang lain? Atau sudah sejauh apa kita berusaha tegak di atas pijakan pilihan yang kita ambil?

Jika merdeka berarti lepas dari tuntutan, maka sudah sejauh apakah kita lepas dari rasa sedih yang tak kunjung habis. Sudah sampai dimanakah kita mampu tuk 'masa bodoh’ atas perkataan buruk orang lain yang menghina. Sudah sejauh apakah kita mampu memahami perasaan kita sendiri? Apa yang ingin kita berikan, apa yang ingin kita bagikan?

Maka merdeka lebih dari sekedar kemenangan atas penjajah. Karena sebagaimana kata Bung Karno 'perjuangan yang lebih sulit adalah melawan bangsa sendiri’. Maka merdeka yang lebih sulit adalah merdeka dari diri kita sendiri. Sudah se-merdeka apa kita mampu melawan hawa nafsu? Melawan rasa marah yang kadang membuat kita terlupa? Melawan rasa malas atas tubuh kita sendiri?

Sudah sejauh apa 'Merdeka’ di hidupmu?

Self Healing

Pada akhirnya itu yang harus dilakukan. Jika tidak dimulai dari sendiri memang sepertinya sulit. Kau harus sadar bahwa hidupmu tak selamanya tentang bagaimana menyenangkan mereka tetapi dirimu sendiri pun. Bagaimana orang lain bisa menghargaimu jika kau sendiri tidak menghargai bahkan mencintai dirimu sendiri.

Hingga pada akhirnya kau menjadi yakin akan dirimu sendiri. Terima masa lalu dan terus perbaiki untuk ke depan yang lebih baik. Jangan pernah membandingkan apalagi dengan berandai dulu dan sekarang. Dulu dan sekarang adalah dua waktu yang berbeda. Cukuplah terima dan evaluasi yang dulu hingga mampu menciptakan sudut pandang baru untuk melangkah ke depan.

Tak perlu menuntut mereka memahami bahkan menggenggamnya agar tak pergi meninggalkanmu. Yang sayang tulus padamu akan datang dengan sendirinya kepadamu untuk membantu menyembuhkan luka itu, bukan pergi. Mungkin memang bukan sekarang, tapi tunggu saja hingga saat itu tiba sambil terus memperbaiki diri untuk menyambut dia yang terbaik untukmu.

TanjungF.