Posts on Twitter:

REMINDER โœจ . . . . . . . . . . . โ€ฆ
















Here we go again. Stay warm happy and healthy and let your grey days see the colour all around.




Ingatlah hari dimana kita berdoa untuk apa yang kita miliki hari ini -Anonimus-







Nikmat waktu & kesehatan, kita sering terlena olehnya, saat sakit baru berasa kan, bahwa sehat adalah hal yang paling berharga--




The Law of Attraction. Daya tarik tidak selamanya baik, daya tarik ada kalanya malah menghancurkan diri sendiri bahkan orang lain. Maka, beruntunglah orang-orang yang daya tariknya tidak mencederai dirinya dan orang lain.

This media may contain sensitive material. Learn more View






๐—š๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ผ๐—ป๐˜€ ๐Ÿฑ:๐Ÿฎ๐Ÿฑ "Since we are living by the Spirit, let us follow the Spiritโ€™s leading in every part of our lives."













Kalau kamu bodoh, kamu bisa belajar. Tapi kalau kamu sok tau, susah, alam semesta saja tdk bisa berbuat apa2 terhadapmu.







Hiduplah bagaikan semut yang memadamkan api nabi Ibrahim walaupun iya tau itu tidak akan berpengaruh tapi dia tetap berusaha dengan semampunya




kebiaasaan buruk yang dilakuin secara berulang-ulang/kadang dan gada faedahnya. ubah circle yg negatif jadi positif intinya.






Posts on Tumblr:

“Indahnya hidup, bukan karena seberapa banyak kamu bahagia..

Indahnya hidup, karena seberapa banyak kamu membahagiakan oranglain..”

Kalam Maulana Jalaluddin Rumi

image
image
image
image
image
image
image
image
image
image

ORANGTUAMU

Saat kamu kecil dulu, kebahagiaanmu adalah prioritas utama kedua orangtuamu. Bahkan ketika kamu sudah beranjak dewasa, kebahagiaanmu masih tetap jadi prioritas mereka. Namun mungkin banyak di antara kamu yang menomorduakan kebahagiaan di hari tua mereka setelah pekerjaan ataupun hal-hal lain.

Bayangkan saat kita menjadi mereka…

Jangan lupa ngobrol sama orangtua.

Sebelum semuanya terlambat.

Seperti apapun kesalahannya, maafkanlah.

Jangan sekali-kali buat mereka menangis.

Rawatlah seperti mereka merawatmu saat kecil.

Jangan bangga sebelum bisa membanggakan orangtua.

Mereka adalah pintu surga.

Sampai kapanpun kamu adalah anaknya.

Jadikan mereka raja di hari tuanya.

Sebelum semuanya terlambat… 🍂

#JumatBerkah

Cermaksi #3

ada customer (Mbak-Mbak) datang ke Kantor.

Me : “Siapa, Mas?” (tanya ke temen)
He : “dari Yani Putra kayaknya.”
Me : “Loh, Mbak Putri?”
He : “Iyo paling. Temui lah, biasane kan kamu telpon-telponan.”
___

akhirnya aku temui.

Me  : “Silakan diminum Mbak.”
She : “Iya.” (Sambil sibuk pegang HP)
Me  : “Mbak Putri ya?”
She : “Bukan.” (Geleng-geleng)
Me  : “Tapi kenal Mbak Putri, ya?”
She : “Nggak.” (Geleng-geleng, masih pegang HP)
Me  : “Loh, dari PT Yani Putra, kan?”
She : (Cuma geleng-geleng, tetap sibuk pegang HP)

Ya mana aku tahu, aku belum pernah ketemu Mbak Putri.

Intinya, jangan mudah percaya pada pernyataan yang masih mengandung kata kayaknya dan jangan pernah mengganggu seseorang yang sedang fokus dengan HP (barangkali ada hal penting yang harus ia kabarkan/tanyakan), tunggu sampai dia meletakkan HP-nya dulu, baru diajak bicara. Hehe.

image

Untukmu yang masih sebatas doa dan belum diizinkan berjumpa.

Jika kamu mencari yang sempurna, memilihku adalah jalan menuju kecewa.

Jika kamu mencari sosok yang cantik maka bukan aku orang yang tepat.

Jika kamu mencari sosok yang kaya raya maka memilihku adalah salah alamat.

Bahkan jika kamu mencari sosok wanita yang taat maka memilihku juga bukan jawaban yang akurat.


Sebagai seorang wanita sederhana, tentunya aku juga terbiasa hidup dengan kesederhanaan. Tak sanggup bermewah-mewah, tak bisa menghambur– hamburkan uang untuk hal-hal yang menurutku tidak bermanfaat.

Sebagai wanita sederhana aku mencoba untuk mengulurkan jilbabku, melindungi diriku, berkata santun dan menjaga hatiku. Mampukah engkau memaklumi segala kekuranganku itu?


Aku cukup menemukan lelaki yang peduli pada hal itu. Yang dengan memilihnya maka membuatku menjadi lebih berharga. Dia yang paham soal akidah, akan membantuku untuk menuju jannah-Nya. Dia yang mengerti bagaimana cara memperlakukanku dengan baik, akan membuatku merasa nyaman dan aman saat bersamanya. Dan dia yang bisa mengerti bagaimana keadaanku, yang akan menerima dan membuatku tak ingin jauh darinya.

Tak ingin mendikte, aku percaya janjiNya tak akan mendusta, rencanaNya adalah sebaik-baik rencana. Jaga, temani dan tuntun hati ini ya Rabb, semoga saat Jalan Bareng sudah didepan mata, dia siap menerimaku apa adanya.


-AK

MELAPANGKAN

Mengkapasitasi diri dg kesempurnaan dari rasa syukur

Melapisi kesabaran dengan kesabaran yg tak terukur


Mengawal hati untuk tetap berada dalam ritme fitrahnya

Memperbaharui tiap niatan baik yang mulai melapuk ditiap detiknya


Kesadaran akan sesuatu yang harus dipasrahkan

Kepuasan untuk menerima segala kekurangan


Menakar sedih dan bahagia agar indah tersulam

Ketenangan dalam menerima apa yang telah ditulis Al-Qolam


Semua berawal dari hati,

Maka tiap hati kita adalah cawan,

Mari lapangkan,

Semoga Allah kuatkan.

-@massoss

.

.

.

Sebelum kamu meminta orang lain untuk menjadi pendengar yang baik, sudahkah kamu juga menjadi pendengar yang baik bagi orang lain? Jangan jangan malah kamu tidak benar benar mendengarkan karena kamu sibuk dengan urusanmu sendiri. Kamu malah tidak mencoba untuk menjadi si pencerita. Kamu hanya mendengar apa yang kamu ingin dengar saja. Cobalah intropeksi wahai diri. Mungkin beberapa orang enggan bercerita denganmu atau malah tidak mampu menyelesaikan ceritanya. Mungkin beberapa kesal dan kecewa denganmu. Karena ada beberapa hal yang ingin mereka bagi denganmu. Meski itu hanya curhatan semata. Cobalah lebih banyak mendengar.

Jadilah pendengar yang baik, meskipun untuk dirimu sendiri.

“Selesaikan, maka kamu akan menemukan sebuah jawaban dari pertanyaanmu”

Kalimat itu yang selalu kutanamkan dalam diriku. Selesai urusan perkuliahan mu, selesaikan tesismu maka jawaban jawaban atas pertanyaan mu mungkin akan muncul. Pertanyaan pertanyaan akan hati, pertemanan maupun soal keluarga.

Mungkin saat ini bagaimanapun kamu bertanya tidak akan ada jawaban. “Mengapa dia masih memantau? Apa yang dicarinya? Bagaimana ketika aku pulang nanti? Jawaban apa yang aja diberikannya? Apa yang akan ku temui dirumah?”

Terkadang rasanya greget aja pengen tau tapi apakah ketika saat itu muncul aku sudah siap dengan semua jawaban yang bakal. Ku terima?

5 Desember 2019, di sebuah kamar di Kabupaten Sleman sambil menunggu rasa kantuk itu muncul.

Mengapa harus takut dan khawatir atas kejadian di masa lalu, sedangkan kita bisa mempersiapkan banyak kebaikan untuk masa depan?

Kekhawatiran itu tidak lain hanyalah kekalutan dari pikiran kita sendiri, was-was dan juga bisikan setan. Dalam kondisi terpuruk, seharusnya kita tidak serta merta menerima keadaan tersebut. Bukan sok kuat, bukan. Hanya saja kita perlu mempush diri untuk keluar dari deep sorrow’s zone.

Pada dasarnya, manusia memang lemah, tapi dengan izinNya, Ia akan berikan kekuatan apabila kita mau berusaha keluar dari sana. Dengan segala ketakutan dan keraguan yang kita rasakan, sembarilah berjalan dan take a few progress.

Waktu takkan menyembuhkan luka, tapi mengajarkan bahwa setiap luka dapat menunjukkan jalan bahagia dengan cara mendekatkan diri pada Sang Kuasa.

Sidoarjo, 4 Desember 2019 | Pena Imaji

menikah bukan perlombaan

seiring ramenya sosmed, kegiatan ajang pamer a bisa di hindarkan. ya. orang akan merasa bangga kalo dia dah berhasil membuat orang lain iri di akun sosial media kita. atau tak sadar kita jg suka pamer hal hal yg bersifat pribadi, biar diketahui oleh orang lain.

saya dan suamik pun pegiat sosmed. suka pamer dan kadang posting biar dibilang keren orang lain aja. kadang sampe lupa diri bahwa itu dosa. astagfirullah..

lama lama terlebih adalah saya, bosan akan hal itu. ngapain ya.

gak jelas gitu pokoknya.

Ya Allah semoga dihindarkan dari sifat ini..

banyak orang lain yg sengaja jalan jalan walaupun itu cuma ke alun alun di kota nya atau taman kota biar disebut tukang jalan jalan.

atau yg suka ngetag suami atau istri nya tentang hal hal yg diinginkan pasangannya itu. “Mamah pengen kesini atuh pah, colek pak suami. ”

hedeehh, ngapain ngana.

kadang jg yg berbau bau agama seperti semoga kita cepet bisa umroh ya Mah, atau cepet ke surga ya Pah alhamdulillah wasyukurillah.

Sadar gak sih kalo hal seperti itu sebaiknya bukan konsumsi publik. tujuan ngepost nya apa, kan setiap hari suami dan istri itu hidupnya barengan. (kecuali yg LDR)


Heran sm yg begini.

Post ini gak bermaksud nyindir siapapun. Self reminder aja jgn jangan gue jadi gilak lagi suatu hari. okesip thank you, bye

Kuantifikasi

manusia memang sungguh aneh. Peradaban mereka berbangga setelah menemukan cara mengukur hal-hal yang kerap dijumpai setiap hari. Lalu segala sesuatu yang terukur itu, akan perlu pembanding untuk dapat dimaknai.

Maka, jika peradaban masa kini mulai menemukan berbagai media sebagai cara membandingkan hidup, mengukur mana yang lebih baik dari yang lain, bukankah mereka hanya menerapkan prinsip yang sama dengan pengukuran-pengukuran yang telah digunakan berabad-abad lalu?

Akankah ada yang menemukan cacat pada pengukuran-pengukuran ini? Ataukah selamanya akan ada pembanding-pembanding dan parameter yang terus berkembang pada setiap aspek kehidupan? Semoga manusia-manusia ini tak lupa, bahwa ukuran-ukuran, perbandingan, dan pengetahuan itu pada awalnya ditujukan untuk memaknai dunia, memaknai kehidupan. bukan justru sebaliknya

Jodoh dan Orang Tua

“Mama kok tumben belum tidur?”, tanyaku. Aku belum mendengar jawaban mama, kulihat mama masih terdiam di atas kasur. Aku melewati kamar lagi dan bertanya dengan pertanyaan yang sama.

“Ohh ini mama habis nyemil nyemil. Biar turun dulu lah”. Baru mau kujawab “oh”, tiba tiba mama nyeletuk, “Mbak, kamu banyak berdoa ya, semoga dapet jodoh yang sabar tapi dia teges, biar bisa ngimbangin kamu. Dan yg paling penting dilihat agamanya”.

“Lahh lahhh tumben banget ngomongin jodoh, ma? Allah lebih ngerti yg terbaik kok ma, santai aja”.

“Ya kan tetep harus banyak berdoa”, tambahnya.

“As always insyaAllah. Namanya juga ikhtiar, ma”.

“Yaudah kamu juga cepet tidur”, kata mama.

“Shiappp”.

Dibalik sikap cuek orang tua, dibalik cerewetnya mereka, ada kasih sayang yang terkadang kita tak memahaminya. Tentunya, mereka juga ingin kebaikan untuk anak-anaknya. Maka dari itu, tugas kita berbakti kepada mereka, tidak mengecewakan, juga menjaga kepercayaan mereka. Berupaya menjadi yang terbaik, supaya bisa menjadi syafaat bagi mereka di akhirat kelak. Bayangkan bagaimana jika kita dibesarkan bertahun-tahun, tapi tak memberikan manfaat apapun bagi orangtua di akhirat?

Kita mungkin ingin membahagiakan mereka dengan materi dan materi. Padahal, kita tak pernah tahu, materi hanya bersifat dunia; fana tergilas masa. Kita tak menyadari bahwa ada yang lebih penting dari itu; beragama dan berakhlak mulia.

Semenjak kuliah, saya punya pandangan dan prinsip terkait jodoh, meski saya pribadipun sedikit ragu dan takut melangkah kesana. Saya yakin, selama tujuan kita baik dalam menjemput jodoh, Allah akan tunjukkan jalannya, meski tak semulus yang kita bayangkan. Baiknya kita juga berpikir, “Sosok yang seperti apa yang cocok dengan orang tua kita? Sosok yang bagaimana yang mampu melebur dengan orang kita?”. Lalu, kita sinergikan dengan tujuan hidup kita di dunia.

Semoga ini akan menjadi pengingat dan motivasi untuk kita; merupakan salah satu bentuk ikhtiar baik untuk diri, keluarga, dan juga agama kita.

Sidoarjo, 3 Desember 2019 | Pena Imaji

image

Ketika kamu merasa lelah dan ingin berhenti dalam perjalanan menggapai sesuatu, entah cita-cita atau hal yang lain, menepilah sejenak untuk mengingat-ingat kembali alasan kamu memulainya. Jangan menyerah, mungkin kamu cuma butuh istirahat ❤❤