Posts on Twitter:



















Let’s get brilliant on “Game Changers - that will rock the world” from our speaker Dhananjay Gore, VP of Engineering, Head of Research India at , the largest event on in . your seats Now! @




The current industry shift is allowing technology, and in particular , to truly transform the world - Krishnan Shrinivasan, Managing Director, Get a chance to hear him at . Register @




We have vibrant ecosystem, govt announced policy, did complete survey, mapped strength of companies. It helped us with framework, tools & find key players who can network & create an ecosystem - M. Sivasankar, Secy-IT, Govt. of Kerala










Welcome address by , President Dir. & Board Member, Synegra EMS Ltd. "Country has to add up manufacturing in a big way. Diff govt. depts have to come together to strengthen sector. It is time to look at the export led growth




Kementerian ESDM tetapkan harga jual eceran BBM Nonsubsidi. . . .
















Follow to hear and learn from global leaders, technology leaders, key policy decision makers, investors & discover trends, challenges and way forward for sector




IESA Welcomes Sh. Anil Agrawal at , the largest event on in . Just 10 days to go! Register Now @




IESA Welcomes Sh. K. T. Rama Rao at , the largest event on in . Just 10 days to go! Register Now @



Posts on Tumblr:

Membangun 35 Ribu MW, Memeratakan Kesejahteraan

Indonesia dengan belasan ribu pulau yang terbentang dari Sabang hingga Merauke memiliki keindahan dan budaya yang berwarna-warni. Tak berbeda, kondisi pembangunan dan perekonomian setiap daerah di Negeri Khatulistiwa inipun cukup bervariasi.

Pemerintah Indonesia berupaya memeratakan kesejahteraan ekonomi melalui pembangunan kelistrikan dengan Program 35 ribu MW.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa pemerintah akan merampungkan Program 35 ribu MW, apapun yang terjadi. Hal ini mengingat listrik merupakan roda penggerak perekonomian suatu bangsa. Ia memprediksi, realisasi program ini pada 2019-2020 memang hanya sekitar 20 ribu MW. Tetapi bukan berarti megaproyek kelistrikan ini akan berhenti sampai di situ.

“Program ini akan berlanjut pada lima tahun berikutnya. Maka pada 2024-2025, tambahan kapasitas 35 ribu MW dapat diselesaikan,” tegas Jonan.

Mengerjakan program 35 ribu MW dikatakannya bukan sekedar menambah kapasitas pasokan listrik di seluruh Indonesia. Menurutnya, percuma tersedia pasokan setrum, jika masyarakat pada kelas ekonomi terendah tak mampu membiayai penggunaannya. Untuk itulah, affordability dari sisi harga menjadi sangat penting dalam penyediaan pasokan listrik.

Hal ini berkaca dari betapa berbedanya kondisi wilayah-wilayah di Indonesia, dari Sabang ke Merauke, serta dari Miangas, hingga Pulau Rote. Bagi daerah yang cukup maju seperti di Pulau Jawa, Jonan menceritakan tarif listrik cenderung tidak menjadi masalah. Tetapi hal ini berbeda bagi masyarakat dengan pendapatan di bawah rata-rata, dan hidup jauh di garda terdepan Indonesia. Keterjangkauan dari sisi harga adalah isu besar.

“Saya katakan ke beberapa pihak, ada kota-kota kecil yang konsumsi listriknya sebesar satu mall besar di Jakarta. Ini kenyataan. Isunya, apakah masyarakat kota ini tidak mendapat (pasokan) listrik atau isu affordability kondisi ekonomi,” ungkap Jonan.



Guna mengalirkan listrik hingga ke pelosok Indonesia, lanjutnya, perluasan transmisi atau jaringan menjadi faktor penting ketiga. Begitu pentingnya, Jonan telah meminta PT PLN (Persero) sebagai perusahaan listrik milik negara, untuk fokus memperluas jaringan listrik sepanjang mungkin. Akan tetapi, kondisi geografis Indonesia yang unik juga mesti menjadi pertimbangan.

Untuk wilayah seperti Papua yang begitu luas, menyambung jaringan listrik di seluruh daerahnya tidak lagi sebuah pilihan tepat, tidak efektif, dan sangat mahal. Satu daerah dengan daerah lain di pulau di ujung Timur Indonesia ini bisa berjarak cukup jauh, sementara penduduknya hanya 5-10% dari Pulau Jawa.

“Jadi untuk Papua dan Kalimantan, off grid dan smart grid akan lebih baik. Jadi ekspansi smart grid atau independent grid di daerah terpencil,” ujar mantan Menteri Perhubungan ini.

Off grid merupakan jaringan listrik yang bersifat lokal di daerah tertentu saja, dan tidak terhubung dengan jaringan lain. Sementara yang dimaksud smart grid adalah jaringan listrik yang biasa digunakan ketika ada pembangkit listrik energi baru terbarukan. Jaringan jenis ini dapat mengendalikan produksi dan distribusi dari berbagai sumber listrik.

Kembali ke masalah jaringan, kondisinya akan berbeda untuk Pulau Sumatera. Tanpa jaringan listrik yang membentang dan terkoneksi di pulau yang perekonomiannya mulai menggeliat ini, pembangkit listrik harus dibangun menyebar dimana-mana. Jika ada jaringan, dengan Sumatera yang kaya akan tambang batubara maupun gas, pembangkit listrik dapat dibangun dekat lokasi tambang.

Tantangan kelistrikan ini akan berbeda lagi dengan Pulau Jawa. Menurut Jonan, tantangan di pulau yang padat penduduk ini justru soal kelebihan pasokan listrik. Dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi hanya 5-6% sampai sepuluh tahun mendatang, Pulau Jawa akan ada surplus listrik 4GW.

“Ini tantangan besar. Maka kami memandatorikan perubahan teknologi. yakni jaringan dua arah yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera,” katanya.

Target pemerintah berikutnya yang tak kalah penting adalah mencapai porsi energi baru terbarukan sebesar 23% dalam bauran energi nasional, pada 2025. Jonan menegaskan, pembangunan pembangkit listrik energi baru terbarukan pasti dijalankan. Pembangunan pembangkit jenis ini akan difokuskan di daerah-daerah terpencil dan dikombinasikan dengan smart grid atau independent grid.

Namun, sekali lagi diingatkannya, pemanfaatan energi jenis ini tetap harus memperhatikan faktor keterjangkauan harga listriknya bagi masyarakat. “Misalnya di satu daerah yang tidak ada listrik, kemudian ada listrik tetapi penduduk tidak mampu (membelinya); generasi tua tidak akan mempermasalahkannya, tetapi bagi remaja akan menimbulkan kecemburuan dan sentimen radikalisme,” tegasnya.

Akan tetapi, Jonan menekankan bahwa target porsi 23% ini tidak menjadi beban sektor kelistrikan saja. “Target 23% ini termasuk sektor transportasi, bukan hanya kelistrikan. Untuk itu, Presiden RI Joko Widodo sudah mengatakan tentang dukungan terhadap mobil listrik. Pemerintah membuat regulasi yang mendukung mobil listrik di jalanan Indonesia,” tutur Jonan.

Berkembangnya mobil listrik di Indonesia disebutnya juga akan menjadi peluang bagi industri kelistrikan. Perusahaan listrik seperti PLN, ke depannya tidak hanya akan melayani kebutuhan listrik untuk rumah tangga dan industri; tapi juga dapat menangkap pasar dari pengisian ulang baterai mobil listrik.

untuk memilih Menteri saja bisa kecolongan, bagaiman kabar dengan pemilihan bapak lurah ?? bapak camat? bapak kepala desa? atau mungkin bapak RT di daerah rumah anda. Hallo Bapak yang terhormatkan, mau kerja apa ‘lagi’ hari ini??

ar. kamal f.a.